Rabu, 27 November 2013

ANDINA NABILA IRVANI - Jutawan Sepatu Lukis


Bisnis dara kelahiran Bandung tahun 1990 ini dimulai pada suatu saat tahun 2008, Dina diminta untuk melukis sepatu sang kakak, Nerissa Arviana (Icha), yang kuliah di Sekolah Bisnis & Manajemen ITB. Saat sepatu lukis itu dibawa kuliah, banyak temannya yang tertarik. Memanfaatkan modal awal hanya sekitar satu juta ruoiah hasil pinjaman orang tuanya, bisnis Dina-panggilan akrab Andina-dan kakaknya pun dimulai.

“Alasan kami tertarik untuk memulai bisnis sepatu lukis adalah karena kami berdua memang suka mengoleksi sepatu, dan kami ingin membuat produk yang bisa kami pakai sehari-hari,” jelasnya. “Saya suka melukis sejak TK dan dengan ini saya bisa memanfaatkan kemampuan lukis saya,” tambahnya.


Meski terbilang bisnis baru, omset mereka terhitung lumayan. Pendapatan sebesar 10 hingga 22 juta kini bisa mereka peroleh per bulan. Pengalaman unik pun juga kerap mereka dapati, diantaranya harus begadang bersama para pelukis freelance untuk mengejar deadline order sepatu, hingga dikirim oleh Binus ke Cina untuk mengikuti China-ASEAN Youth Camp tahun 2009.


Perjuangan Andina pun tidak sia-sia. Di tahun 2008 ia sukses meraih gelar juara dalam Shell Live Wire Business Start Up Award. Dan di tahun 2009, ia masuk dalam daftar nominator di Asia’s Best Young Entrepreneur versi majalah Business Week. Keberhasilannya ini tidak lepas dari dukungan keluarga. “Modal awal kami dapat dari orang tua, tidak besar, dan sekarang kami sudah mengembalikan modal kepada orang tua kami,” tuturnya dengan bangga.


Dalam menjalani bisnis ini, Andina dibantu oleh enam orang pelukis freelance dan seorang asisten. Menurut Andina, kendala dalam menjalani bisnis ini adalah kurangnya stok sepatu polos, sedangkan untuk produksi sepatu polos membutuhkan waktu cukup lama sekitar 2-3 minggu. Untuk saat ini Andina bersama karyawannya mampu menghasilkan hingga 200 pasang sepatu setiap bulan.

sepatu lukis

”Selain melalui website, kami melakukan pemasaran dengan mengikuti bazaar di Jakarta-Bandung, menyebar brosur di SMP dan SMA di lingkungan sekitar kami, dan mengikuti event-event fashion dan entrepreneurship,” tuturnya. “Selain sepatu kami juga menyediakan tas, kaos, serta casing BB lukis. Yang paling sulit dikerjakan terbilang relatif, tergantung dari desain gambar yang diinginkan,” jelas Dina, panggilan akrabnya.


Sebagai co-owner dan creative designer di perusahaan, ia menargetkan produknya khusus untuk remaja Indonesia umur 15 – 22 tahun, dengan range harga mulai dari Rp110.000 – Rp265.000. Tidak hanya ingin memproduksi sepatu lukis yang lebih variatif, tapi ia juga berencana untuk bisa expand ke produkproduk lukis lain serta membuka outlet di kota-kota besar.


Gadis manis yang mengidolakan John Legend dan Alicia Keys ini mengaku sering mendapat inspirasi dari berbagai media seperti fashion tv, majalah, fashion shows, dan fashion blogs. Hampir seluruh desain sepatu dikerjakan olehnya. Sisanya diserahkan pada beberapa freelance designer.

sepatu lukis

“Pembeli bisa membeli desain yang sudah saya sediakan, tapi bisa juga merequest gambar. Desain gambar dan detail sepatunya dapat dikirim via email. Setelah dicek apakah bisa diaplikasikan atau tidak, proses selanjutnya adalah mengirimkan desain sepatunya kepada klien. Setelah diapprove oleh klien, maka klien diwajibkan mentrasfer DP minimal 50 persen untuk melanjutkan ke proses produksi. Begitu pembayaran dilunasi, sepatu dikirim menggunakan TIKI,” jelasnya.


"Entrepreneur yang menginspirasi saya adalah papa saya sendiri. Karena setiap ia berbisnis, ia tidak hanya mementingkan profit bagi diri sendiri, namun juga keuntungan bersama. setiap beliau membuka bisnis selalu dapat melibatkan orang-orang kecil dan membantu mereka untuk berkembang but have a big prospect in the future. Papa saya juga selalu memberikan nasihat yaitu start small, but have a big prospect in the future. Saya setuju sekali, karena dalam berbisnis tidak perlu modal ratusan juta, namun pada awalnya kita bisa memulai dari kecil bahkan tanpa modal, lalu mengembangkannya sedikit demi sedikit dengan keuntungan yang dudapatkan," ucap Dina.

Dina bisa dikontak lewat email andinairvani@gmail.com atau twitter @andinairvani

Sumber : http://goo.gl/Q9SKPU




 Baca Juga Kisah Pengusaha Lainnya :

1. ROYAS AMRI BESTIAN - Otak Kanan yang Mengubah Hobi Gambar Jadi Bisnis

2. SYAMMAHFUZ CHAZALI - Mengolah Limbah Sapi Jadi Gerabah Berkualitas Tinggi

3. ACHMAD ROFIQ - Film Animasi yang Akan Membanggakan Negeri

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More